Hadiah Untuk Peminat Sekolah Rumah
Sebuah sharing dari pelaku homeschooling yang di share melalui milis sunnihomeschooling@yahoogroups.com
Hadiah Untuk Peminat Sekolahrumah
oleh Abu Maryam, Cilegon
Alhamdulillah kami ucapkan jika anda merasa mantap untuk membekali pendidikan Islam anak-anak anda dengan metode Sekolahrumah (Homeschooling). Langkah selanjutnya adalah membekali diri anda untuk dapat menjadi guru, staf administrasi, dan teman baik anak anda selain peran sebagai orangtua yang menginginkan tercetaknya generasi penerus bangsa yang cinta al Qur-an dan as Sunnah dan meniti jalan salaful ummah. Yang demikian itu disebabkan pola pendidikan Sekolahrumah banyak melibatkan peran orangtua sebagai penyelenggara pendidikan bagi anaknya.
Sekolahrumah dianggap sebagai suatu bentuk pendidikan murah meriah (dan Alhamdulillah direstui pemerintah) dan yang tidak kalah penting adalah para orangtua dapat menanamkan ilmu kepada anak sesuai manhaj ahlussunnah wal jamaâah. Seorang petinggi DIKNAS RI mengatakan bahwa Sekolahrumah dapat membantu program wajib belajar sembilan tahun yang dicanangkan pemerintah Indonesia . Namun kata beliau untuk dapat melaksanakan sekolahrumah dengan baik, seseorang memerlukan wawasan dan pengetahuan tentang berbagai pendekatan dan cara melaksanakan sekolahrumah yang benar. Oleh karena itu kemampuan orangtua untuk menjadi pengajar bagi anaknya adalah syarat mutlak untuk menyelenggarakan Sekolahrumah. Hal ini tentu saja bukan dalam rangka menyurutkan langkah ikhwah sekalian untuk memberikan pendidikan metode Sekolahrumah untuk anak anda. Namun semua itu untuk meyakinkan kita semua agar kesinambungan pendidikan anak-anak kita tetap terjaga.
Bersekolah di Rumah
Bersekolah di Rumah*
(Written by Wulan Pratidina)
Meski bersekolah rumah, anak Anda bisa mengikuti ujian kesetaraan untuk mendapatkan ijazah dan bisa pindah ke sekolah formal jika berminat. Materi apa saja yang perlu diajarkan orang tua di rumah?
Homeschooling atau sekolahrumah kini semakin diminati orang tua sebagai metode alternatif pembelajaran anak. Homeschooling adalah sekolah alternatif yang menempatkan anak sebagai subyek pendidikan dengan pendekatan “at home“. Berada di rumah biasanya membuat anak merasa nyaman karena selalu berada di tengah keluarga.
Sebenarnya proses belajar mengajar dengan metode homeschooling tidak selalu harus di rumah. Anak bisa belajar apapun sesuai minatnya, kapanpun dan dimanapun.
“Dalam sistem homeschooling, jam pelajaran bersifat fleksibel: mulai dari bangun tidur sampai berangkat tidur kembali,” kata pakar pendidikan anak DR. Seto Mulyadi, PSi, MPsi, yang biasa disapa Kak Seto, dalam makalah yang berjudul “Homeschooling, Pendidikan Alternatif Masa Depan“.
Dengan mengikuti metode sekolahrumah, anak berkesempatan besar untuk belajar sesuai minat. Lalu bagaimana dengan pelajaran yang tidak disukai anak? Apakah ia bisa saja sama sekali tidak belajar matematika atau bahasa Indonesia? Tentu tidak demikian. Di sinilah orang tua sangat berperan. “Orang tua harus membangun kultur belajar, menumbuhkan dan memelihara keingintahuan anak. Ini hal yang paling penting,” kata Sumardiono, praktisi homeschooling untuk dua anaknya, Yudhis dan Tata. Orang tua bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk kegiatan belajar anak dan memperkenalkan anak kepada sumber-sumber pembelajaran (seperti ensiklopedia, kamus dan internet). Orang tua juga mesti kreatif mencari metode belajar yang paling tepat untuk anaknya.
Homeschooling Keluarga Muslim*
Homeschooling adalah salah satu model belajar bagi anak-anak. Homeschooling bukan berarti tidak belajar. Sekolah bukan satu-satunya tempat belajar anak dan cara anak untuk mempersiapkan masa depannya.
Di dalam sistem pendidikan Indonesia, keberadaan homeschooling memiliki dasar hukum yang jelas di dalam UUD 1945 maupun di dalam UU No 20 tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional. Sekolah disebut jalur pendidikan formal, homeschooling disebut jalur pendidikan informal. Siswa homeschooling dapat memiliki ijazah sebagaimana siswa sekolah dan dapat melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi manapun jika menghendakinya.
Ketika banyak pihak yang melaksanakan homeschooling bergabung dan menyusun atau menentukan silabus serta bahan ajar bagi peserta didiknya, maka itu merupakan suatu kelompok belajar atau disebut Komunitas Belajar.
Komunitas Belajar merupakan satuan pendidikan jalur nonformal. Acuan dalam UU mengenai Komunitas Belajar ada pada UU No 20 tahun 2003 pasal 26 ayat (4) :
“Satuan pendidikan non formal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.”
Peserta didik dari Komunitas Belajar yang memenuhi persyaratan dapat mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan pada jalur pendidikan non formal. Hal itu sejalan dengan UU No 20 tahun 2003 pasal 26 ayat (6):
“Hasil pendidikan non formal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.”
[67:19]
أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا الرَّحْمَنُ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ
Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.
[Al Mulk : 19]
sang imposter
Alhamdulillah, ‘Aisyah udah 2 tahun 1 bulan 5 hari. Dalam usianya saat ini, ‘aisyah adalah seorang imposter sejati, yang dengan mudahnya menirukan setiap perbuatan maupun perkataan yang sering didengar dan dilihatnya juga selalu ingin tahu tentang apa saja yang dilihatnya.
Sering bertanya dan mengulangi pertanyaan yang sama berkali-kali, adalah sesuatu yang saat ini menjadi hobinya. Pertanyaan-pertanyaan seperti ‘mana shofy?’; ‘mana ibuk?’; ‘mana bapak?’ ‘mana dayut? (baca : mana mbah ‘yut?) ’ selalu diulanginya paling tidak 3 – 4 paket, dengan jumlah pertanyaan hingga 20x pertanyaan setiap paketnya!!!
a tatata tata ahh…
Alhamdulillah, hari ini shofy udah 1 tahun 1 minggu. Udah mulai belajar berjalan ketika umurnya pas setaon kemarin tgl 22 juni 2009, dan sekarang udah mulai rutin berjalan daripada merangkak, meskipun kadang langsung tiarap waktu mbaknya si aisyah iseng nyenggol pas shofy berjalan selangkah demi selangkah.
Untuk kemampuan bicara, kalimat yang saat ini sering diucapkan shofy adalah “a tatata tata ah..” Kapan aja mulai bangun tidur, abis mandi, maen-maen dan bahkan sambil nangis, tangisannya tetep aja berirama dengan tambahan kata-kata ah.. hwa..wa..wa..waa.. ahh.. Untuk beberapa benda, shofy juga udah mulai fasih nyebutin sambil nunjuk-nunjuk.. oa untuk bola, cak untuk cicak dan am untuk jam.
Binatang-binatang yang disebut dalam Al Qur’an
Semut
نَمْلٌ
(naml)
Semut adalah serangga kecil berkaki enam, yang hidup secara berkelompok (yang disebut koloni) dan dipimpin oleh ratu semut dan tentaranya, yang selalu bergotong royong mengumpulkan makanan. Semut mempunyai antena di kepalanya yang membantunya untuk merasa, mencium dan meraba.
حَتَّى إِذَا أَتَوْا عَلَى وَادِي النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”
QS An-Naml [27]:18
it’s not how you look, it’s what you feel inside
semampir, tengkurep, miring, temangsang
it is not how you look
the comfort feeling IS the most important
masterpiece
Adalah karya pertama ‘aisyah dalam hal mewarnai. Dengan goresannya yang penuh karakter, serta pilihan warna yang begitu padu, melebur dalam indahnya sebuah perpaduan, yang menjadikan gambar pesawat terbang yang biasa, menjadi sebuah maha karya yang sangat artistik.
Picasso, rembrandt, affandi, pak tino sidin, akan sangat malu mengakui gambar corek mereka sebagai sebuah karya seni ketika melihat sebuah masterpiece yang diciptakan seorang ‘Aisyah Huwaidatunnisaa’
Pesan Bagi Para Pendidik Anak*
Sesungguhnya nikmat (yang diberikan) Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak terhitung, dan diantara nikmat-nikmat yang sangat agung dan mulia adalah nikmat anak.
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (Al-Kahfi: 46)
Nikmat yang sangat agung ini merupakan satu amanah dan tanggung jawab bagi setiap orang tua yang akan ditanya tentang nikmat tersebut pada hari Kiamat.
Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:
“Masing-masing kalian adalah pemimpin dan masing-masing kalian (akan) ditanya tentang kepemimpinannya: Seorang imam adalah pemimpin dan dia (akan) ditanya tentang kepemimpinannya, dan seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya dan dia (akan) di tanya tentang kepemimpinannya.” (Muttafaq ‘Alaih).
Allah Ta’ala berfirman, yang artinya: ” Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (At Tahriim : 6)
Ibnul Qayyim rahimakumullah berkata:
“Barangsiapa menelantarkan pendidikan anaknya dan meninggalkan apa yang bermanfaat buat mereka, maka dia telah merusak masa depan anak; kebanyakan anak tidak bermoral hanya karena bapak mereka tidak peduli terhadap pendidikan mereka , sehingga para bapak tidak dapat mengambil manfaat dari anak, dan anak (pun) tidak akan memberikan manfaat kepada bapaknya ketika telah besar.”




