Wisata Kuliner di Solo – the journey

Libur lebaran kemarin, salah satu agenda penting yang sudah disiapkan jauh-jauh bulan untuk dilakukan ketika mudik ke solo -| tanah kelahiran | place to call home | yang kemana-mana paling lama 15 menit naik motor | yang selalu menyenangkan berjalan-jalan menyusuri pagi melewati jalanan di kampung yang orang-orangnya begitu murahnya memberikan senyum dan sapa | yang semua racikan makanan nya dari kelas pinggir jalan hingga restoran mahal terasa begitu indah di lidah | akhirnya terlaksana juga – wisata kuliner – piknik lidah – plesir reroso

GALABO | Gladak Langen Bogan |

Target pertama yang disambangi adalah GALABOGladag Langen Bogan Solo – merupakan tempat yang baru saja diresmikan pada April 2008.

Galabo – Gladak Langen Bogan Solo –
Gladak merupakan tempat di sekitar jalan slamet riyadi – sing paling kondangdut
Langen – berarti kesukaan atau kecintaan
Bogan diambil dari kata Boga atau makanan (masih inget pelajaran tata boga waktu smp kan??),
jadi dapat diartikan bahwa Galabo merupakan tempat nongkrong sambil makan makanan paling ajiiiibbb di Solo

Terletak di sepanjang jalan di depan pusat perbelanjaan PGS (Pusat Grosir Solo) dan BTC (Beteng Trade Centre), Jalan Mayor Sunaryo, yang setiap harinya dari pagi sampe sore ramai dari segala macam alat transportasi seperti bis, mobil, motor, becak, pit onthel, cah playon, dan lain sebagainya, mulai tertutup ketika sore menjelang, tertutup untuk segala jenis alat transportasi yang memiliki roda, berganti dengan meja kursi dan tikar untuk lesehan bagi pengunjung kios-kios pedagang makanan yang berjejer dari mulai perempatan Gladag hingga ke ujung Pusat Grosir Solo (PGS).

Terdapat sekitar 75 pedagang makanan yang berderet menjajakan dagangannya, dari gudeg ceker, tengkleng, cabuk rambak, bakso alex, gudeg kendhil dan semua makanan khas solo lainnya, insya alloh tersedia disini. Terdapat dua pilihan dalam menikmati makanan yang telah dipesan, apakah mau dinikmati sambil duduk di meja kursi yang telah disiapkan, atau jika kita datang berombongan yang cukup banyak dapat secara lesehan dengan meminta tikar kepada pedagang tempat kita memesan makanan

Kunjungan pertama waktu itu adalah bersama tiga keluarga Ibuk, Acell sekeluarga, Kesya sekeluarga dan ‘Aisyah sekeluarga yang tidak ketinggalan pula Shofiyyah. Keempat keluarga besar yang lain masih belum tiba di SOLO.

Menu yang waktu itu saya pesan : salad (dibaca selad) solo / bestik solo, es teh manis dan es gempol plered  | rasa manis dan asin |
Salad solo yang dipesan waktu itu bukanlah salad solo yang sangat terkenal di solo, Bestik Mbah Darmo yang warung aslinya ada di belakang stadion sriwedari yang juga membuka cabang di Galabo. Meskipun demikian, bestik yang waktu itu saya pesan menurut saya tidak kalah dengan masakanipun mbah darmo, tapi jauh rasanya lebih nikmat dari pada bestik yang saya makan ketika dijakarta (hiperbola mode : ON).

Salad atau bestik tersebut terdiri dari daging sapi yang diiris kecil-kecil, mayonaise, kentang yang direbus terlebih dahulu baru digoreng, kacang buncis rebus dan wortel rebus yang kesemuanya berenang-renang di dalam saus daging. | Daging sapi yang diiris kecil-kecil terasa begitu lembut dan terasa begitu gurih ketika dicampur dengan mayonaise sedangkan kentang yang direbus kemudian digoreng terasa begitu halus dan lembut dan meleleh ketika menyentuh lidah. | Sedangkan untuk rasa wortelnya, entahlah, karena saya tidak terlalu suka dengan wortel, semua wortel yang ada dihabiskan hampir semua oleh ‘aisyah. (biar sehat mbak dan matanya nanti biar ngga minus kayak bapaknya)

Sedangkan gempol plered, merupakan minuman yang terdiri dari gempol | bulatan putih yang terbuat dari tepung beras, seperti kue putu, tapi tidak berasa manis, yang katanya dimasak dengan daun pandan dan garam | dan plered | yang terbuat dari tepung ketan yang dicampur gula merah dan bentuknya pipih | yang direndam pada santan yang dicampur dengan gula jawa. Terdapat dua rasa dan waktu itu sengaja pesan dua-duanya, yaitu rasa manis dan asin, perbedaannya mungkin terdapat pada penggunaan gula jawanya, namun demikian masing-masing rasa dari kedua minuman tersebut keduanya memberikan rasa yang segar dan nikmat. Ada juga yang mengatakan bahwa dawet gempol plered ini dapat mengurangi penyakit maag – tidak dapat dibuktikan –

Solo City Walk

Kuliner yang selanjutnya adalah menikmati suasana Solo City Walk, yang terletak disepanjang jalan Slamet Riyadi. Ketika suasana masih pagi, berjalan-jalan menikmati udara pagi di city walk terasa sangat menyegarkan, namun tidak ketika siang telah mulai menjelang. Pedestarian tersebut mulai dipadati oleh berbagai alat transportasi yang sengaja memakan jalur yang semestinya hanya untuk para pejalan kaki. Mulai dari becak, motor dan pit onthel sengaja mengambil jalur city walk hanya untuk mengambil jalan pintas yang disebabkan jalan Slamet Riyadi yang merupakan jalan utama berupa jalan yang bersifat satu arah.

Terdapat cukup banyak pedagang yang menjual makanan di sepanjang solo city walk. Satu yang sempat dinikmati adalah tahu kupat yang berjualan di depan grend moll (baca : grand mall) solo.

Sebagaimana namanya, proporsi utama tahu kupat terdiri dari tahu | yang digoreng tipis dan garingdel.ic.us banget |  dan kupat. Selain itu, komposisi tahu kupat juga dipercantik dengan bakwan – yang juga digoreng garing – tauge, kol, kacang tanah yang digoreng dan kecap serta ditaburi dengan daun seledri. Bagi yang suka dengan rasa pedas, bisa di improvisasikan langsung kepada penjualnya, karena berapa jumlah lombok yang diinginkan akan langsung di uleg di piring yang akan disajikan bagi pembeli.

Wedang Rondhe

Untuk minuman yang satu ini, tidak perlu jauh mencarinya karena setiap malamselalu lewat di depan rumah.

wedang rondhe – minuman yang terbuat dari seduhan air jahe, yang berisi kacang sangrai, kolang kaling dan bola yang terbuat dari tepung beras yang didalamnya berisi gula jawa cair yang hangat – Minuman yang rasa jahenya terasa agak pedas namun menghangatkan ketika telah sampai pada lambung.

best kuliner ever

Lepas dari semua makanan enak yang ada di Solo, kuliner terbaik yang saya nikmati selama dirumah | yang menjadikan saya selalu ingin pulang ke rumah | yang selama setengah bulan kemarin setiap pagi saya nikmati | adalah sajian teh hangat yang selalu siap tersedia di meja setiap pagi ketika bangun tidur, yang selalu disiapkan setelah shubuh oleh ibuk, ditemani dengan pisang goreng hangat, tempe goreng atau tahu goreng dan juga kadang-kadang jenang (bubur) tumpang atau jenang pecel, sebagai sarapan, yang dinikmati sebelum mandi, gosok gigi ataupun cuci muka terlebih dahulu sambil ngobrol ngalor ngidul ngetan ngulon sekeluarga – best moment always –


About this entry