The Most Merciful

Sesungguhnya kebutuhan hamba untuk mengenal Rabb-nya melebihi dari kebutuhan ia terhadap makan dan minumnya dan diantara kebahagiaan seorang hamba adalah ketika seseorang mengenal Allah Rabbul’ Alamin

– – – –

Segala puji bagi Allah yang menciptakan, menjadikan dan membaguskan segala sesuatu termasuk air dan tanah. Tidak tersembunyi dalam pandangan-Nya langkah semut kecil di tengah malam, dan tidak ada yang samar dari ilmu-Nya, sebutir atom pun yang ada di langit dan di bumi.

Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik) (QS Thaahaa 6-8)

Dia telah menciptakan Adam dan memberikan cobaan kepadanya, kemudian memilih, mengampuni dan memberinya petunjuk. Dia telah mengutus Nuh, yang kemudian membuat kapal yang berlayar diatas perintah-Nya. Dia yang menyelamatkan al Khalil (Ibrahim ‘alaihissalam) dari api, dengan mengubah panasnya menjadi dingin dan keselamatan, maka ambilah pelajaran terhadap apa yang telah terjadi. Dia yang memberi sembilan mukjizat kepada Musa, tetapi Firáun tidak juga mengambil pelajaran dan bertaubat. Dia telah menolong Isa dengan berbagai mukzizat yang melebihi dan mengalahkan para makhluk. Dan Dia lah yang menurukan al Kitab yang berisi petunjuk dan penjelasan kepada Muhammad salallaahu alayhi wasallam

Segala puji hanyalah milik Allah, Dzat Yang Mahalembut, Mahapenyantun, Mahapemberi, Mahakaya, Mahakuat kekuasaan-Nya, Mahamulia, Mahapengasih dan Mahapenyayang. Dialah al-Awwal , tidak ada sesuatu pun yang mendahului-Nya. Al-Akhir, tidak ada sesuatupun setelah-Nya, dan al-Bathin, yang tidak ada sesuatupun yang menghalangi-Nya. Ilmunya melebihi sesuatu yang telah dan akan terjadi. Dia lah yang memuliakan dan menghinakan, serta memberikan kemiskinan dan kekayaan. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya sesuai dengan hikmah-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. Dia lah yang mengokohkan bumi dengan pengunungan di segenap penjurunya, mengirimkan awan yang membawa air untuk menghidupkannya, dan menetapkan kefanaan kepada setiap penghuninya, supaya Dia memberi balasan orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang yang telah berbuat baik dengan pahala yang lebih baik.

Segala puji bagi Allah, tidak ada sesuatu pun yang mempu mencegah apa yang Dia berikan dan tidak ada sesuatupun yang mampu meberikan apa yang diambil-Nya. Bagi alam semesta, ketaatan kepada-Nya adalah sebaik-baik penghasilan, dan bagi orang-orang yang bertakwa, ketakwaan kepada-Nya adalah ketakwaan tertinggi.

Segala puji bagi Allah, yang menolong kaki-kaki hamba-Nya yang berjalan dengan karunia-Nya. Dia menyelamatkan dengan rahmat-Nya jiwa-jiwa yang binasa. Dia memberikan kemudahan kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya, sehingga mereka mendambakan akhirat.

Segala puji bagi Allah yang mengokohkan bangunan dan ciptaan-Nya dengan hikmah. Dia telah menetapkan berbagai syariat sebagai perwujudan rahmat, hikmah dan jalan yang harus ditempuh. Dia memerintahkan kita untuk mentaati-Nya bukan karena Dia membutuhkan ketaatan kita, namun kita sendirilah yang membutuhkan ketaatan tersebut. Dia-lah yang mengampuni dosa-dosa orang yang bertaubat yang mendekat kepada-Nya, serta melipatgandakan pahala dan pemberian bagi orang-orang yang berbuat baik.

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS Al Ankabuut : 69)

Segala puji hanyalah milik Allah, Dzat Yang Mahatinggi dari berbagai sekutu, serta Mahasuci dari berbagai kekurangan, pertentangan, anak dan isteri. Dia-lah yang mengangkat tujuh langit yang kokoh, tinggi tanpa tiang, dan meletakkan bumi sebagai hamparan, tangguh dengan pasak-pasak pegunungan. Dia-lah yang mengetahui rahasia hati dan segala sesuatu yang tersembunyi di dalam jiwa, dan menakdirkan apa yang telah dan belum akan terjadi dari kesesatan dan petunjuk. Di lautan, atas kelembutan-Nya kapal-kapal hamba itu berlayar. Di dalam medan cinta-Nya, kuda orang-orang zuhud itu berkelana. Di sisi-Nya terdapat harapan dan tujuan para pencari kebenaran, serta dengan mata-Nya, para ulama mengerahkan kemampuan mereka dalam berijtihad karena mengharapkan ridha-Nya. Dia melihat semut hitam yang merayap di dalam kegelapan dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh jiwa. Dia mencurahkan tambahan bekal bagi orang-orang yang meminta, serta mengabulkan harapan orang-orang yang ikhlas dan berusaha.

Segala puji bagi Allah, Dzat Yang Mahaesa, Mahaagung, Mahaperkasa, Mahakuat, Mahakuasa serta Mahatinggi dari jangkauan pikiran dan pandangan. Dialah yang mensifati para makhluk dengan kefakiran. Fenomena kekuasaan-Nya tampak dengan pengaturan siang dan malam. Dia mendengarkan rintihan orang sakit yang tengah mengeluhkan bencana, melihat rayapan semut hitam dalam goa di kegelapan malam dan mengetahui segala rahasia yang tersembunyi di dalam hati. Kita tidak dapat mengetahui hakikat sifat-Nya sebagaimana halnya kita tidak dapat mengetahui hakikat Dzat-Nya, dan orang-orang yang menyerupakan-Nya dengan makhluk, adalah orang-orang yang kafir. Kita mengetahui apa yang Dia sifatkan bagi diri-Nya sendiri berdasarkan al Quran dan hadits.

Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS At taubah : 109)

Segala puji bagi Allah, Pengatur malam, bilangan hari, bulan dan tahun. Dia-lah Maharaja, Mahasuci serta pemberi keselamatan. Hanya Dia-lah yang memiliki segala keagungan dan kekekalan. Dia tersucikan dari kekurangan dan penyerupaan dengan manusia. Dia melihat apa saja yang ada di dalam urat dan tulang, serta mendengar suara yang tersembunyi dari ucapan yang halus. Dialah Illah Yang Mahapengasih, Yang banyak memberikan nikmat dan Rabb Mahakuasa Yang Mahakeras balasanNya. Dia menakdirkan segala urusan dan melangsungkannya diatas sebaik-baik aturan, serta menetapkan berbagai syariat dan mengokohkannya dengan sekokoh-kokohnya. Dengan kekuasaan-Nya angin yang menjalankan awan berhembus, serta dengan hikmah dan rahmat-Nya terjadi perputaran hari, siang dan malam.

Segala puji bagi Allah, Dzat yang membimbing para hamba kepada adab-adab paling sempurna, Yang membuka perbendaharaan rahmat dan kemurahan-Nya dari segala pintu, Yang menerangi pandangan kaum mukminin sehingga mereka mengetahui realita dan mengharapkan pahala, serta Yang membutakan penglihatan orang-orang yang berpaling dari ketaatan kepada-Nya sehingga mereka terhalangi dari cahaya-Nya. Kemudian mereka memberi petunjuk pada sebagian mereka dengan karunia dan rahmat-Nya dan menyesatkan sisanya dengan keadilan dan hikmah-Nya. Sesungghnya yang demikian itu merupakan peringatan bagi orang-orang yang berakal.

– – –

Ya Allah, berilah taufik kepada kami untuk melaksanakan ketaatan kepada-Mu menurut cara yang membuat-Mu ridha, sucikanlah segala perkataan dan perbuatan kami, serta bersihkanlah kami dari kejelekan akidah, perkataan dan amalan, sesungguhnya engkau Mahapemurah lagi Mahapemberi.

Ya Allah, tetapkanlah kami di atas iman dan amal shalih, berilah kehidupan yang baik kepada kami, serta kumpulkanlah kami dengan orang-orang shalih.

Ya Allah, berilah taufik kepada kami untuk bertaubat dengan semurni-murninya agar dosa-dosa kami yang telah lalu terhapuskan. Persiapkanlah jalan yang mudah bagi kami dan jauhkanlah kami dari jalan yang sukar. Ampunilah kami, kedua orang tua kamu dan seluruh kaum muslimin dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang Mahapenyayang diantara para penyayang.

– – –

Dikutip dari buku Majelis Bulan Ramadhan buah karya Sang Faqihil Ummah, Al`Alim Rabbani Al-Imam Al-`Allamah Al Faqih Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin -rahimahullahu ta’ala birahmatan wasi’atan-


About this entry