08-08-08

“Barakallahulaka wa Baroka’alaika wa Jama’a Bainakuma Fii Khoir…”
“Semoga Alloh memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.”

Teruntuk akh Heri Syafardi dan ukth Dian Eviyanti yang pada hari ini, tanggal 08 Agustus 2008 pukul 08.00 mengukir hari bersejarahnya di Masjid Nurul Amal – Depok
Subhanalloh, mengukir hari bersejarah di angka yang sangat unik :
08 – 08 – 08 – 08

Bakalan balik lagi ke depok nie, salah satu tempat bersejarah juga, ketika pada periode tahun 2002 – 2006, menjadi salah satu bagian dari warga depok;

Empat tahun penuh perjuangan yang menyenangkan, ketika setiap pagi jam 06.45 berlarian dari jalan sawo ke stasiun ui mengejar krl jakarta – bogor;
Berdesak-desakan setiap pagi dan sore, menjadi korban kebiadaban dari penjahat-penjahat krl bersenjatakan silet yang telah merobek-robek banyak tas;

Menjalin persaudaraan dengan orang-orang hebat di pondok lambang :
Pak haji beni yang selalu bersedia mengulurkan dananya setiap akhir bulan menyapa;
Mr Bond yang kekhusyukannya dalam belajar tidak kalah dalam kekhusyukannya dalam beribadah;
Pak asdos dita, seorang asisten dosen fakultas hukum, peneliti dan seseorang yang tidak pernah mau kalah dalam berdebat;
Didi renaldi, anak fisip yang sering triak-triak gak jelas tiap pagi;
Serta para seteru liverpudlians lainnya yang selalu ribut setiap sabtu malam dan malam minggu.

Dua tahun lebih menjadi anak malam di ekstensi ui, yang setiap kuliah badan lengket smuah, baju bau asem hasil dari perjuangan setelah berdesak-desakan di krl dari stasiun juanda sampai stasiun ui, dan selalu nyampe kost-kostan diatas jam 10 malam dan tidak pernah mandi;
Sempat terjerumus terlibat menjadi salah satu pengurus forum silaturahim mahasiswa ekstensi, dan sempat mengalami traumah, karena pernah diajakin cipiki-cipika dengan salah seorang ikhwan pengurus yang lain….

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! aarrrgghhhhh !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Sumpah, baru seumur-umur, diajakin salaman, trus dipeluk, saling menempelkan pipi kiri dan kanan..
Kalo para akhwat saling begitu sih, udah jamak, lha ini, dua orang ikhwan, di tempat umum, cipiki-cipika, saling menempelkan pipinya, yang kira dan kanan, ikhwannya ganteng sih, tapi kan kita sama-sama cowo.
Setelah kejadian itu selalu menghindar, nyari jalan selamat lain setiap akan berpapasan dengan ikhwan ajaib itu.

Kampus dimana pertama kali bertemu dengan ummu ‘aisyah;
Menikmati satu tahun lebih masa berpacaran setelah menikah di salah satu kotrakannya ibu haji rohma di jalan kober;
Berjalan-jalan setiap sabtu pagi di sekitar danau ui;
Taraweh bareng ketika ramadhan di mesjid ui;
Berlama-lama di gramedia yang pada akhirnya hanya membeli keluaran terakhir detektif conan;
Belanja bulanan di depok town square;
Menikmati wisata kuliner setiap akhir pekan di sekitar jalan margonda :
Minggu ini di bakso malang citra;
Minggu depan menikmati kapal selam;
Minggu depannya lagi nyobain masakan jepang di boloo – boloo;
Minggu depannya lagi menikmati ayam bakar di warung tenda embun malam;
Dan pada akhir bulan, ketika kantong telah menipis, memesan dua porsi nasi, dan satu menu lauk di mie ayam berkat, yang porsinya ga kira-kira;

Tahun kesedihan juga, ketika pada kehamilan pertamanya ummu aisyah, yang terpaksa di kuret pada umur 10 minggu, di rumah sakit bunda – margonda, karena janin yang tidak tumbuh secara sempurna. Semoga Alloh menggugurkan semua dosa-dosamu, terhadap setiap rasa sakit yang kau alami yaa ummu ‘aisy.

….

miss all those moments


About this entry