ketika anak menjadi nakal

Sebuah nasehat dari ust. Aunur Rofiq pada rubrik konsultasi keluarga majalah Al Mawadah, bagi setiap orang tua yang merasa anaknya adalah seorang anak yang nakal.
Pertanyaan ini ditanyakan oleh seorang ibu yang baru berusia 33 tahun yang baru memiliki 6 orang anak, mengenai kenakalan anak, pada majalah Al Mawadah edisi 11 tahun 1
Waktu itu, si ibu bertanya mengenai penyebab kenakalan anak, apakah karena minimnya ilmu agama pada mereka atau murni karena taqdir, dimana beliau sering merasa malu karena kenakalan anak mereka, sedangkan doa dan usaha selalu mereka dilakukan. Beliau juga bertanya apakah dalam kondisi tersebut mereka mendapat uzur untuk membatasi kelahiran.

Nasehat dari beliau Ust. Aunur Rofiq rahimahumullah adalah sebagai berikut :
Kita tidak boleh berputus asa dalam mendidik anak karena pahalanya sangat besar sekali, apalagi jika nanti mereka menjadi anak yang sholih. Berusahalah semaksimal mungkin untuk mendidik anak, karena boleh jadi sekarang mereka nakal akan tetapi besok menjadi baik karena Alloh yang membolak-balik hati manusia, mohonlah kpd Alloh agar mereka anak menjadi anak yg sholih.
Adapun ketika anak menjadi nakal perlu dicari sebabnya, sebab tdk boleh hanya bersandar pada taqdir, karena kalau kita dibolehkan bersandar pada taqdir tentu sia-sialah Alloh memerintah kita agar mendidik anak seperti yang dijelaskan dalam surat [26] : 214

وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat (QS Asy Syu’ara : 214)

Penyebab anak menjadi nakal boleh jadi disebabkan pengaruh tontonan di rumah, seperti tv, video dan lainnya atau pengaruh lingkungan dan kawan yang berakhlaq tercela. Oleh karena itu perlu dicari sebabnya lalu jalan keluarnya. Didik lah mereka dengan akidah yg baik, dilatih sholat, membaca Al Quran, berakhlak yg baik dan setiap harinya selalu diawasi di rumah atau di tempat lain, jika ada perilakunya yg tidak benar diluruskan.
Jika orang Islam dicintai oleh Alloh, maka akan ditambah cobaannya, kadang kala kita berpikir kenapa anak itu baik, padahal dia bersekolah di sekolah umum dan orang tuanya awam, sedangkan kita sudah mulai berilmu dan beramal sholeh serta anak sudah dididik tetapi anak masih nakal. Ini adalah ujian yang harus diterima untuk memperbanyak pahala, kita hanya diperintah untuk berusaha, Alloh-lah yang memberi petunjuk (qs yasin [36] 17)

وَمَا عَلَيْنَا إِلاَّ الْبَلاَغُ الْمُبِينُ

Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas”.
(QS Yaasiin : 17)

Alloh tdk membebani kita melainkan menurut kemampuan kita masing-masing seperti yang dijelaskan dalam surat Al Baqoroh 286

لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا
تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِين

artinya :
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebaikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (QS Al Baqoroh 286)

Tidak perlu membatasi keturunan karena anaknya nakal, boleh jadi anak yang lain akan menjadi anak yg sholih tetaplah berdoa kepada Alloh dan berusaha semaksimal mungkin mendidik anak dengan baik.


About this entry