Info dokter kandungan wanita

Dari arsip milisnya assunah (assunnah@yahoogroups.com) :

Semoga bermanfaat :

LIST DOKTER KANDUNGAN PEREMPUAN

  • dr Puji Ichtiarti RS Hermina Bekasi Barat dan RS Hermina Jatinegara
  • dr Yenny Julizir Rs.Anna Bekasi (Suaminya dr. Anak dan sebagai pemilik RS. ANNA)
  • dr. Susi RS Rawamangun
  • dr. Lidya Liliana RS. Mitra Bekasi Barat
  • dr. Lina Meilina Pujiastuti SpOG RS Mitra Keluarga Bekasi Barat
  • dr. Jenny Anggraeni RSIA Hermina Bekasi
  • dr. Nina Martini Somad RSIA Hermina Bekasi
  • Hj. Lina Meilina Spog RS Mitra keluarga Bekasi Barat
  • dr. Sri Redjeki – RS Hermina, Klinik Bella, Klinik Alifia Perumnas III Bulak Kapal Bekasi
  • dr. Koesmaryati – Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur (Muslimah)
  • dr. Ariati RS. siloam cikarang
  • dr Santi (Marlisanti kalau gak salah) RS JMC Buncit Raya
  • dr Husna RS OMC Pulomas
  • dr Ramayanti RSIA Putra Dalima , BSD Serpong
  • dr Hasna, dr.. (bisa dicek di website harapan kita) RS harapan kita
  • dr. Lita Lilik RS Mitra International jatinegara
  • dr Dwiyana Ocviayanti (Ocvi) RS Permata Cibubur
  • dr. Sri Lestari Praktek di RS International Bintaro dan RS Fatmawati.
  • dr. Rudiyanti RS International Bintaro. Praktek setiap hari 10:00-13:00 di RSIB.
  • dr. Wenny Ningsih RS.Honoris Tangerang (Perum Tmn modern Tangerang, dkt Metropolitan Town Square )
  • dr. Lucky Syafitri RSIA Eva Sari di Jl Rawa Mangun (Pramuka) Jak Pus dan RS Thamrin JakPus
  • dr. Suharyanti, Spog Praktek di RS. MMC dan RS Hermina Jatinegara
  • dr. Mutia Prayanti RS Hermina Depok
  • dr. Nelwati RS Hermina Depok
  • dr. Tazkiroh RS ISLAM JAKARTA, Jl. Cempaka putih Tengah I/1 Jakarta Pusat, Telp. (021) 4250451 – 42801567 (hunting) Fax. (021) 4206681
  • dr. Suharni Kahar, SpOG
  • dr. Isnariani, SpOG
  • dr. Hasnah Siregar RSIA Hermina Jatinegara
  • dr. Roslina Spog RSIA Trimitra Cibinong Jalan Raya Bogor, 1km selatan dari Matahari Cibinong
  • dr. SUSAN MELINDA RSB.Limijati Bandung Jl RE Martadinata atau di Melinda Hospital, Bandung Jl Pajajaran
  • dr. Sofie Kimia Farma Jl Juanda Bandung
  • dr. Dewi S Gaduh Hermina
  • dr. Laila Nurana SPOG Medistra dan Bunda
  • dr. Nana Agustina RS Bersalin Siaga Dua, Pejaten Barat
  • dr. Zanibar Aldy RS Malahayati Medan
  • dr. Ida Farida, SpOG RS Kramat 128 Jakpus dan RS Satyanegara, Sunter
  • Dr. Dewi di RSIA Graha Permata Ibu, Kukusan Depok
  • Dr. Marly Susanti SpOG, Klinik YASMIN pav. Cendrawasih Lt. 2 Rumah sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat telp : 021 3928567 (menangani ketidaksuburan wanita,)

Fatwa dari Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengenai wanita muslimah yang berobat ke dokter lelaki :

Tidak diragukan lagi bahwa problematika seorang wanita dengan dokter laki-laki adalah problematika yang penting dan sesungguhnya hal tersebut banyak menyulitkan. Tetapi apabila Allah memberi ketakwaan dan akal kepada seorang wanita, maka tentulah ia akan berhati-hati untuk menjaga dirinya dan memperhatikan masalah ini. Maka ia tidak boleh berdua-dua’an dengan dokter laki-laki dan seorang dokter laki-laki tidak diperbolehkan untuk berdua-dua’an dengannya.

Maka seorang wanita hendaknya memperhatikan masalah ini dan berusaha semampunya untuk mencari dokter wanita. Apabila ia bisa menemukan dokter wanita, maka segala puji bagi Allah dan dokter laki-laki tidak lagi dibutuhkan. Apabila ada kepentingan yang mengharuskannya mendatangi dokter laki-laki karena ketiadaan dokter wanita maka tidak ada larangan -ketika ada kepentingan- untuk membuka aurat dan mengobatinya dan ini termasuk perkara-perkara yang diperbolehkan ketika ada kebutuhan mendasar. Tetapi membuka aurat tidak bisa dilakukan hanya dengan berduaan namun harus ditemani mahramnya atau suaminya apabila yang dibuka adalah anggota badan yang luar seperti kepala, tangan, kaki, dan semisalnya.

Dan apabila yang dibuka adalah aurat, maka harus disertai dengan suaminya, apabila ia mempunyai suami atau wanita lain, dan ini lebih baik dan lebih selamat. Atau dengan kehadiran seorang perawat atau dua orang perawat, tetapi apabila ditemukan seorang wanita selain perawat maka hal tersebut akan lebih baik dan lebih terpelihara dari keraguan. Adapun berkhalwat dengan alasan yang demikian tidaklah diperbolehkan.

[Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, Syaikh Bin Baz, 5/392]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Edisi Indonesiap Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin, Penerbit Darul Haq]


About this entry