Beranda > Tak Berkategori > Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) / Sukuk Ritel SR-001

Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) / Sukuk Ritel SR-001

Sejak tanggal 30 Januari hingga 20 Februari, Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk Negara Ritel mulai ditawarkan kepada masyarakat umum. Pemerintah secara resmi membuka masa penawaran Sukuk Ritel seri SR-001. Setiap individu Warga Negara Indonesia dapat menyampaikan pemesanan pembelian Sukuk Ritel seri SR-001. Jumlah minimum pemesanan pembelian adalah Rp 5.000.000, (lima juta rupiah) dengan kelipatan Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah), tanpa batasan maksimum pembelian.

Sukuk ritel ditawarkan dengan margin keuntungan sebesar 12% setahun dan merupakan surat berharga pertama yang berbasis syariah. Dibandingkan dengan bunga bank, baik itu deposito atau tabungan, margin sukuk jauh lebih menguntungkan. Apalagi dikelola dengan sistem syariah yang bebas riba.

Sukuk atau Obligasi Syariah menurut fatwa No. 32/DSN-MUI/IX/2002 yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan emiten kepada pemegang obligasi syariah yang mewajibkan emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi hasil margin/fee, serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo.

Berdasarkan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP-130/BL/2006 Tahun 2006 Peraturan No. IX.A.13 :

Sukuk adalah efek syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan yang bernilai sama dan mewakili bagian penyertaan yang tidak terpisahkan atau tidak terbagi atas :  kepemilikan aset berwujud tertentu, nilai manfaat dan jasa atas aset proyek tertentu atau aktivitas investasi tertentu, dan kepemilikan atas aset proyek tertentu atau aktivitas investasi tertentu.

Inovasi baru-baru ini dalam keuangan Islam telah mengubah dinamika industri keuangan Islam terutama dalam area bonds dan sekuritas. Sukuk sudah berkembang menjadi salah satu mekanisme yang sangat penting dalam meningkatkan keuangan dalam pasar modal internasional melalui struktur yang dapat diterima secara Islam. Perusahaan multinasional, Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, dan lembaga keuangan menggunakan sukuk internasional sebagai alternatif pembiayaan sindikasi. Obligasi syariah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu instrumen keuangan yang sangat diminati pasar.

Pemesanan Pembelian disampaikan melalui Agen Penjual yang ditunjuk oleh Pemerintah, pad a setiap hari kerja mulai tanggal 30 Januari 2009 sampai dengan tanggal 20 Februari 2009.

Prosedur pemesanan pembelian Sukuk Ritel seri SR-001 adalah sebagai berikut :

  1. Menghubungi Agen Penjual yang siap untuk melayani pemesanan pembelian Sukuk Negara Ritel;
  2. Membuka rekening dana (jika diperlukan) pada salah satu bank umum dan rekening surat berharga (jika diperlukan) pada salah satu bank kustodian anggota Subregistry atau Partisipan/Nasabah Subregistry;
  3. Menyetor dana sesuai jumlah pembelian, minimal Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) dengan kelipatan Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) ke rekening “Sukuk Ritel” pada bank yang ditunjuk oleh Agen Penjual;
  4. Mengisi dan menandatangani Formulir Pemesanan (FP-01) serta melampirkan fotocopy KTP serta fotocopy bukti transfer dana;
  5. Menerima tanda terima bukti pemesanan pembelian dari Agen Penjual;
  6. Menunggu hasil keputusan penjatahan yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk mengetahui jumlah Sukuk Ritel yang berhasil dimenangkan;
  7. Menerima konfirmasi kepemilikan Sukuk Ritel seri SR-001 sesuai dengan jumlah pemesanan pembelian yang berhasil dimenangkan.

Jadwal pelaksanaan pemasaran Sukuk Ritel seri SR-001 selengkapnya adalah sebagai berikut :

  • Masa Penawaran : 30 Januari – 20 Februari 2009
  • Penjatahan : 23 Februari 2009
  • Setelmen : 25 Februari 2009
  • Konfirmasi Kepemilikan : 25 Februari -5 Maret 2009
  • Pencatatan di Bursa Efek : 26 Februari 2009

Untuk mendukung penerbitan Sukuk Negara Ritel, Pemerintah telah menunjuk Konsultan Hukum dan Agen Penjual untuk penerbitan Sukuk Negara Ritel tahun 2009.

  1. Konsultan Hukum : Marsinih Martoatmodjo Iskandar Kusdihardjo Law Office
  2. Agen Penjual : Agen Penjual Sukuk Negara Ritel adalah 13 (tiga belas) perusahaan, yang terdiri dari Bank Umum Konvensional (4 perusahaan), Bank Umum Syariah (1 perusahaan) dan Perusahaan Efek (8 perusahaan), dengan rincian sebagai berikut :
  • Bank Umum Konvensional : PT Bank Mandiri (Persero), Tbk; Citibank NA; The Hongkong & Shanghai Banking Corporation Limited dan PT Bank Internasional Indonesia,Tbk.
  • Bank Umum Syariah : PT Bank Syariah Mandiri.
  • Perusahaan Efek : PT Danareksa Sekuritas; PT Trimegah Securities,Tbk; PT CIMB-GK Securities Indonesia; PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas; PT Reliance Securities, Tbk; PT Anugerah Securindo Indah; PT Bahana Securities dan PT BNI Securities

sumber : www.depkeu.go.id
Siaran Pers Pembukaan Masa Penawaran Sukuk Negara Ritel Seri SR-001
Siaran Pers Nomor: 14/HMS/2009

  1. Februari 2, 2009 pukul 4:24 pm | #1

    maksudnya penjatahan sampe tanggal 23 Februari itu apa, pak Anjar?

    penjatahan dilakukan untuk masing-masing agen penjual dalam hal terjadi kelebihan subscriber (pembeli) terhadap batas limit sukuk yang dapat dijual oleh agen penjual, sehingga misalnya ketika pada 1 agen penjual pembelian sukuk telah melebihi limit yang ditetapkan baginya, ia dapat menyarankan untuk membeli sukuk pada agen penjual yang lain

    kabarnya dede’2 di rumah gimana?

    alhamdulillah masih tetep sehat dan ceria mas didit. my next posting insya Alloh :P

  2. iqbal
    Februari 2, 2009 pukul 4:44 pm | #2

    bagus ni…

    weits zath… sang regulator sukuk mampir nie… xixixi…

  3. Februari 4, 2009 pukul 5:32 am | #3

    aku jik durung paham!!!

    iyo..iyo..ngerti aku yen sampeyan luwih paham’e masalah cinta-cintaan tho..?? :mrgreen:
    tapi kalo buat sampeyan, ada investasi yang lebih pas : ‘menikah’, pas untuk investasi dunia akherat… :P

  4. Februari 4, 2009 pukul 11:00 am | #4

    aku yo masalah sukuk aja ndak dong, po neh cinta-cintaan pak!

    kalo mo nanya2 sukuk, ke regulatornya aja oom, yg koment nomer 2 tuh.
    kalo masalah cinta2an, nanyanya ke mas tedjo aja tuh… muridnya ulama cinta Ibnu Qoyyim dia… :P

  5. Februari 4, 2009 pukul 9:42 pm | #5

    jawaban yg pas banget, syukron pak :)

    (o.O)

  6. Februari 4, 2009 pukul 11:26 pm | #6

    ngelu aku Pak moco postingan iki :(

    lha iyo tho… finance kan emang beda jalurnya dengan teknik lingkungan mas…
    tapi kalo sampeyan beli sukuk-nya dan menerima bagi hasilnya, dijamin ora bakalan ngelu maning…. :mrgreen:
    bisa buat modal kawin nikah looh… :P

  7. Februari 5, 2009 pukul 11:16 am | #7

    nggak mudeng pak, sirahku lg mumet ki

    ora perlu kudu mudeng mas her, sing penting nduwe duit nganggur 5 jt, langsung moro wae nang bank tuku sukuk ritel seri-001, ngko yen wis nompo bagi hasil’e mesti ra mumet maning… :mrgreen:

  8. Februari 6, 2009 pukul 11:52 am | #8

    Pengen…dari kuliah uda cari2 tau tentang ini (obsesi skripsi tentang pasar modal syariah yang ga kesampean)…
    Gimana caranya?? Tetep ga kebayang…

    apanya mbak??
    kalo mo beli sukuk, caranya dateng aja langsung ke agen penjualnya, tapi kalo mo nulis skripsi pasar modal syariah yg blum kesampean ya… tulis aja di blog buat pelampiasan :D

  9. Nu
    Februari 7, 2009 pukul 10:35 pm | #9

    ni adhek kelas… ternyata ribet juga ya pak…:-( dibuat yang simpel aja harusnya…beli goceng dapet gitu… :mrgreen:

    ini sukuk mas, bukan gorengan… (^o^)

  10. gaban
    Februari 9, 2009 pukul 12:59 am | #10

    ayo sikat bleh ..ke agen penjual..ntar kehabisan

    (^o^)

  11. Februari 9, 2009 pukul 10:43 am | #11

    Pah Abu Huwaidah™ sepertinya sampean ini selalu sumringah ya…

    salam assalamu’alaykum aja dulu deh

    ^_^

    wa’alaikum salam warahmatullohi wa barokatuh
    \(^_^)/

  12. Februari 11, 2009 pukul 7:22 pm | #12

    aih aih…. ra mudheng aku cak…
    wakakakakaka….

    wehehe… ga usah ndadak kudu mudheng oom, langsung beli aja lah…

  13. rama
    Februari 26, 2009 pukul 10:38 pm | #13

    letak syariahnya dimana sih?

    struktur akadnya, dimana sukuk merupakan paduan dari beberapa akad, tidak sekedar meminjamkan uang dan dapat hasil

  14. Heny
    Maret 2, 2009 pukul 9:56 am | #14

    kalo utang di bank trus buat beli sukuk, menguntungkan apa ga ya?

  15. iin
    Agustus 15, 2009 pukul 11:49 am | #15

    pengen banget tuku sukuk ki, doanya ya temen22

  1. Belum ada trackback.